Pagi ini saya mendapatkan sebuah artikel (tulisan tepatnya)... yang sebenarnya udah lama ada tapi..baru bisa saya resapin bener-bener artinya. Karena saat ini lagi ngalamin kali yhaaa. Cukup bisa bikin saya berpikir bawa yang namanya relationship itu cukup complicated...hahahaha. Learn something from this.
Tulisan itu berjudul hadiah buat orang yang kita sayang...
Yang pertama adalah Kehadiran ...Kehadiran orang yang dikasihi emang hadiah yang ok banget. Tapi klo mengalamai PJJ kayak saya , khan ga bisa nuntut terusss. hahaha. Ya dia emang bisa hadir kok lewat email. telepon dan foto . hahaha. Ga heran pulsa telepon bisa bengkak.
Lalu point kedua namanya mendengar. Kebanyakan sih emang pengennya kita tuh pengen didengar dan mengkritik. hahaha. Ada lagi point diam. Diam itu seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur,mengkritik bahkan mengomel. Saya setuju banget dengan poin ini hehehee. Yah seperti kata teman saya, karena hubungan pacaran itu ga sekedar tentang kita , tapi tentang pasangan kita juga . Cara menyelesaikan masalah antara cowok dan cewek juga beda. Makanya klo lagi marahan mending diam dulu....
Poin selanjutnya adalah kebebasan. Dulu saya pikir arti kebebasan ini adalah bebas mutlak, ternyata tidak. Mencintai seseorang bukan berarti mengatur kehidupan orang. Memberi kebebasan pada orang kita sayang adalah memberi kepercayaan penuh untuk bertanggungjawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan. hmmm...finally i got that. hahaha.
Nah berikutnya adalah keindahan . Siapa sih yang ga senang , jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih "guanteng" atau "cuantik" ? Nah,tampil indah dan rupawan juga merupakan sebuah kado yang indah . Tapi buat saya dengan dia menerima paketan saya apa adanya aja udah menjadi keindahan tersendiri kok.hehe
Lanjut...tanggapan positif. Tanpa sadar, seringkali kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kita juga susah memuji, bilang terima kasih bahkan maaf. Padahal itu penting. Dan menurut teman saya seorang cenayang yang mengisi program ramalan di tempat saya kerja ...pikiran positif itu memunculkan aura positif. Aura itu bisa terkirim ke orang yang kita sayang dan dia bisa merasa nyaman dengan aura itu. So klo lagi berantem karena hal sepele...saya lebih senang mengingat hal-hal menyenangkan yang saya lewati dengan orang-orang tersayang. Lebih cepat bikin tenang.
Poin berikut ini cukup berat dan tidak semua orang mampu melakukannya, yaitu mengalah. Padahal tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Sekali-kali mengalah gapapa. Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Dengan mengalah juga saya merasa dapat mengolah emosi dan menenangkan diri. Kalo tenang masalah apapun bisa dicari jalan keluarnya.
Poin terakhir ini sebenarnya mudah banget, yaitu senyuman. Ughh...masalah umbar senyuman saya jagonya...(tp ga asal senyum lhoo). Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan ya terakhir kali saya menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi ?...kangen dehh dengan waktu menyenangkan itu.
Well...Intinya adalah tentang diri kita sendiri sih. Saat kita sudah bisa menerima keadaan diri kita ..maka kita bisa berdamai dengan sekeliling kita. Lagipula hidup itu belajar dan memilih..dari pelajaran itu hasilnya buat bekal kita keesokan harinya. Itu menurut saya yhaaa...hahaha.
I always learn from this life...
Tulisan itu berjudul hadiah buat orang yang kita sayang...
Yang pertama adalah Kehadiran ...Kehadiran orang yang dikasihi emang hadiah yang ok banget. Tapi klo mengalamai PJJ kayak saya , khan ga bisa nuntut terusss. hahaha. Ya dia emang bisa hadir kok lewat email. telepon dan foto . hahaha. Ga heran pulsa telepon bisa bengkak.
Lalu point kedua namanya mendengar. Kebanyakan sih emang pengennya kita tuh pengen didengar dan mengkritik. hahaha. Ada lagi point diam. Diam itu seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur,mengkritik bahkan mengomel. Saya setuju banget dengan poin ini hehehee. Yah seperti kata teman saya, karena hubungan pacaran itu ga sekedar tentang kita , tapi tentang pasangan kita juga . Cara menyelesaikan masalah antara cowok dan cewek juga beda. Makanya klo lagi marahan mending diam dulu....
Poin selanjutnya adalah kebebasan. Dulu saya pikir arti kebebasan ini adalah bebas mutlak, ternyata tidak. Mencintai seseorang bukan berarti mengatur kehidupan orang. Memberi kebebasan pada orang kita sayang adalah memberi kepercayaan penuh untuk bertanggungjawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan. hmmm...finally i got that. hahaha.
Nah berikutnya adalah keindahan . Siapa sih yang ga senang , jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih "guanteng" atau "cuantik" ? Nah,tampil indah dan rupawan juga merupakan sebuah kado yang indah . Tapi buat saya dengan dia menerima paketan saya apa adanya aja udah menjadi keindahan tersendiri kok.hehe
Lanjut...tanggapan positif. Tanpa sadar, seringkali kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kita juga susah memuji, bilang terima kasih bahkan maaf. Padahal itu penting. Dan menurut teman saya seorang cenayang yang mengisi program ramalan di tempat saya kerja ...pikiran positif itu memunculkan aura positif. Aura itu bisa terkirim ke orang yang kita sayang dan dia bisa merasa nyaman dengan aura itu. So klo lagi berantem karena hal sepele...saya lebih senang mengingat hal-hal menyenangkan yang saya lewati dengan orang-orang tersayang. Lebih cepat bikin tenang.
Poin berikut ini cukup berat dan tidak semua orang mampu melakukannya, yaitu mengalah. Padahal tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Sekali-kali mengalah gapapa. Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Dengan mengalah juga saya merasa dapat mengolah emosi dan menenangkan diri. Kalo tenang masalah apapun bisa dicari jalan keluarnya.
Poin terakhir ini sebenarnya mudah banget, yaitu senyuman. Ughh...masalah umbar senyuman saya jagonya...(tp ga asal senyum lhoo). Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan ya terakhir kali saya menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi ?...kangen dehh dengan waktu menyenangkan itu.
Well...Intinya adalah tentang diri kita sendiri sih. Saat kita sudah bisa menerima keadaan diri kita ..maka kita bisa berdamai dengan sekeliling kita. Lagipula hidup itu belajar dan memilih..dari pelajaran itu hasilnya buat bekal kita keesokan harinya. Itu menurut saya yhaaa...hahaha.
I always learn from this life...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar