Senin, 20 April 2009

Saatnya bicara perempuan, Saatnya perempuan bicara

Yup bulan April ini bisa dibilang bulannya perempuan. Karena di bulan ini tokoh tonggak emansipasi perempuan itu lahir, dialah yang kita kenal dengan RA Kartini. Walaupun saya sering banget mendengar kata emansipasi wanita atau persamaan derajat , tapi menurut saya sebenarnya banyak yang belum bener-bener mengerti apa itu emansipasi. Karena saya melihat emansipasi masih diartiin "mengalahkan" pria. Duuhh...ga segitunya kali.
Beberapa waktu lalu saya kedatangan tamu dari Jurnal Perempuan. Banyak cerita darinya yang memberi saya banyak pencerahan tentang emansipasi perempuan. Dari penampilannya aja saya tahu bahwa tamu saya ini seorang aktivis dan tough woman. Bayangkan dia kemana-mana sendirian. Dia pun bercerita bahwa dia suka sekali berorganisasi dan waktunya habis di pekerjaannya. Tetapi dia punya suami yang pengertian. Ketika dia berada di luar rumah, suaminya yang mengambil alih rumah tangga. Itu dijalaninya tanpa rasa malu. Karena yang saya tahu anggapan sosial itu lebih kejam. Orang-orang bisa berpikir bahwa suaminya adalah pria lemah. Ternyata tidak begitu. Emansipasi yang saya lihat disini adalah sebuah pembagian tugas (melengkapi) tidak selalu bertukar tugas. Perempuan bisa melakukan apa yang biasanya dilakukan pria. Tetapi perempuan tidak bisa menyangkal kodratnya bahwa ia punya kewajiban dan beberapa hal yang tidak bisa digantikan pria. Melahirkan dan mengurus anak tidak bisa dilakukan pria. Perempuan juga secara fisik emang lebih lemah. Saya sangat menghargai perempuan yang mandiri, tetapi di satu sisi ia juga menyadari bahwa perempuan tidak lengkap tanpa seorang pria. Emansipasi tidak harus selalu mengungguli. Karena hasil yang diharapkan bukan wanita yang menang atau pria yang selalu menang. Nah itu baru emansipasi .
Lalu hal ini saya diskusikan dengan teman cowok saya. Dia sih ga keberatan dengan posisi perempuan yang lebih tinggi darinya. Misalnya pendapatan perempuan yang lebih besar. Selama perempuan itu masih mementingkan keluarganya, selama bisa bersikap , cowok akan menerima emansipasi wanita. Hanya saja teman saya itu agak takut ngeliat perempuan yang bisa melakukan olahraga pria misalnya angkat besi, binaraga atau gulat. Katanya sih itu berlebihan. Buat cowok itu wanita tangguh itu bukan karena masalah fisik, tapi lebih pada kedewasaan bersikap. Ya iyalah ..Wonder Woman itu bisa berantem hanya di film. Tetapi apapun hal positif yang dilakukan perempuan...seharusnya kita hargai dunk...hidup perempuan...jadilah perempuan seutuhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar