Untuk melupakan segala kesulitan hidup nih ...saya lalu menyibukan diri dengan segala kegiatan yang bisa bikin saya semakin pintar. Dan hari ini saya menghadiri sebuah workshop tentang pasar modal. Jreng...! Pasar modal ! Talking about pasar modal bakal berhubungan dengan yang namanya saham , investasi , obligasi sampe rukuk segala. Saya langsung berpikir apakah saya mampu yha ikut workshop ini . Secara saya nol besar banget di bidang ekonomi. Tahunya duit itu ada trus diabisin....hahaha.
Nah saya datang tepat waktu ke Hotel Santika, dan langsung menuju lantai 2 , tempat workshop ini berlangsung. Saya adalah satu-satunya jurnalis cewek yang datang saat itu. Rata-rata yang datang di acara ini semuanya bapak-bapak. Saya pun mendadak terlihat bodoh sambil menebar senyum maut nan ramaaahh biar ada nilai pintar sedikit. Sambil minum kopi 2 gelas (haus banget gila..plus ngantuk) dan menikmati snack , saya berdoa semoga saya ngerti tentang workshop ini.
Akhirnya workshop dimulai. Pembicara hari ini adalah Corporate Secretary Indonesia Stock Exchange (IDX) atau Bursa Efek Indonesia (BEI) Dedy Priyadi, Supervisor BNI Securities Lustiawati dan Anggota IDX Jogja Irfan Noor. Bayangan saya workshop ini bikin ngantuk , ternyata enggak tuh!
Ternyata pembicaranya sangat humble sekali. Bahkan mereka mau meladeni pertanyaan wartawan yang kadang aneh. Penjelasannya pun sangat mudah untuk dimengerti, contoh yang diberikan pun sangat menarik. Saya pun jadi tahu apa sih itu pasar modal, bahkan tertarik berinvestasi...hahaha. Berikut penjelasannya..ala Alya...:)
1. Pasar Modal adalah suatu tempat untuk mempertemukan pihak-pihak yang memerlukan dana jangka panjang dengan pihak yang memiliki dana tersebut.
Jika sebuah perusahaan membutuhkan dana, maka perusahaan tersebut bisa menjual saham miliknya pada masyarakat lewat pasar modal ini.
2. Masyarakat Indonesia dahulu masih berbentuk saving society sekarang mulai bergeser ke invesment society. Sayangnya investasi yang dikenal masyarakat baru sebatas investasi tanah, rumah atau emas. Itupun masih sebatas ikut-ikutan investasi saja, belum mengenal dan menguasai bentuk investasi lain dengan benar.
3. Ada 4 poin supaya kita bisa berinvestasi dengan benar. Yaitu :
- memiliki dana lebih. bukan dana konsumsi tetapi dana yang tidak akan dipakai dalam jangka waktu dekat.
- investasi itu untuk pengembangan dana , bukan untuk menyimpan.
- jangka waktu investasi sangat panjang.
- masyarakat harus menguasai bentuk atau wahana investasi yang dipilih. misalnya jika dia akan berinvestasi tanah maka dia harus tahu cara mengurus kepemilikan tanah atau rumah.
4. Beberapa instrumen pasar modal :
- Saham : merupakan penyertaan modal untuk pertumbuhan. bentuknya berupa kepemilikan suatu perusahaan. Misalnya harga saham Indofood sekarang Rp. 2600 per lembar. Untuk memiliki perusahaan Indofood kita bisa membeli sahamnya. Minimal pembelian saham dipasar modal 1 Lot = beberapa atus atau puluh lembar gtu (lupa lagi). Mau coba menjual saham, silahkan hubungi perusahaan efek yang terdaftar di BEI. Such as BNI sekuritas. Harus punya pengetahuan yang baik soal naik turunnya saham deh, biar ga rugi saat menjualnya.
- Obligasi : surat hutang yang dikeluarkan pemerintah. Jadi ketika pemerintah memerlukan dana pinjaman dari masyarakat, maka keluarlah obligasi ini. Saat ini obligasi sudah sampai seri ke-5. Sebentar lagi bakal keluar seri ke-6 yaitu ORI (Obligasi Ritel Indonesia) 006. Obligasi adalah bentuk investasi paling aman, karena resikonya tidak sebesar saat main saham. Masyarakat bisa memiliki obligasi ini lewat agen terdaftar atau perusahaan efek. Obligasi berjangka waktu 3 tahun. Nantinya uang kita akan "dipinjam" selama 3 tahun , dan setiap bulan kita mendapatkan bunga sebesar 1 persen. Misalnya kita membeli obligasi dengan harga Rp.1000 per lembarnya. Kita beli minimal 100 lembar jumlahnya 10 juta rupiah. Tiap bulan dapet 100 ribu rupiah. Kalikan saja 100 ribu dengan 36 bulan. Sama dengan Rp.3.600.000. Lumayan khan...ongkang2 kaki aja duitnya nambah....hahaha.
- Sukuk. Ini bentuk syariah dari obligasi. Dan sukuk ini baru pertama kali diberlakukan.
- derivatif turunan lain.
- efek lain seperti reksadana.
Ingaaat. Investasi hanya bisa dilakukan jika kita memiliki 4 poin diatas. Intinya adalah jika kita punya modal lebih aja. Klo saya sih...uda paham 3 poin tapi modal ga ada. hahahaha. Klo punya modal , saya memilih untuk punya obligasi saja. hahahaha. Gaya banget sih. Sungguh saya suka banget dengan workshop ini. Masih banyak yang pengen saya tahu...tapi waktu workshopnya sangat terbatas. hehehe.
Nah saya datang tepat waktu ke Hotel Santika, dan langsung menuju lantai 2 , tempat workshop ini berlangsung. Saya adalah satu-satunya jurnalis cewek yang datang saat itu. Rata-rata yang datang di acara ini semuanya bapak-bapak. Saya pun mendadak terlihat bodoh sambil menebar senyum maut nan ramaaahh biar ada nilai pintar sedikit. Sambil minum kopi 2 gelas (haus banget gila..plus ngantuk) dan menikmati snack , saya berdoa semoga saya ngerti tentang workshop ini.
Akhirnya workshop dimulai. Pembicara hari ini adalah Corporate Secretary Indonesia Stock Exchange (IDX) atau Bursa Efek Indonesia (BEI) Dedy Priyadi, Supervisor BNI Securities Lustiawati dan Anggota IDX Jogja Irfan Noor. Bayangan saya workshop ini bikin ngantuk , ternyata enggak tuh!
Ternyata pembicaranya sangat humble sekali. Bahkan mereka mau meladeni pertanyaan wartawan yang kadang aneh. Penjelasannya pun sangat mudah untuk dimengerti, contoh yang diberikan pun sangat menarik. Saya pun jadi tahu apa sih itu pasar modal, bahkan tertarik berinvestasi...hahaha. Berikut penjelasannya..ala Alya...:)
1. Pasar Modal adalah suatu tempat untuk mempertemukan pihak-pihak yang memerlukan dana jangka panjang dengan pihak yang memiliki dana tersebut.
Jika sebuah perusahaan membutuhkan dana, maka perusahaan tersebut bisa menjual saham miliknya pada masyarakat lewat pasar modal ini.
2. Masyarakat Indonesia dahulu masih berbentuk saving society sekarang mulai bergeser ke invesment society. Sayangnya investasi yang dikenal masyarakat baru sebatas investasi tanah, rumah atau emas. Itupun masih sebatas ikut-ikutan investasi saja, belum mengenal dan menguasai bentuk investasi lain dengan benar.
3. Ada 4 poin supaya kita bisa berinvestasi dengan benar. Yaitu :
- memiliki dana lebih. bukan dana konsumsi tetapi dana yang tidak akan dipakai dalam jangka waktu dekat.
- investasi itu untuk pengembangan dana , bukan untuk menyimpan.
- jangka waktu investasi sangat panjang.
- masyarakat harus menguasai bentuk atau wahana investasi yang dipilih. misalnya jika dia akan berinvestasi tanah maka dia harus tahu cara mengurus kepemilikan tanah atau rumah.
4. Beberapa instrumen pasar modal :
- Saham : merupakan penyertaan modal untuk pertumbuhan. bentuknya berupa kepemilikan suatu perusahaan. Misalnya harga saham Indofood sekarang Rp. 2600 per lembar. Untuk memiliki perusahaan Indofood kita bisa membeli sahamnya. Minimal pembelian saham dipasar modal 1 Lot = beberapa atus atau puluh lembar gtu (lupa lagi). Mau coba menjual saham, silahkan hubungi perusahaan efek yang terdaftar di BEI. Such as BNI sekuritas. Harus punya pengetahuan yang baik soal naik turunnya saham deh, biar ga rugi saat menjualnya.
- Obligasi : surat hutang yang dikeluarkan pemerintah. Jadi ketika pemerintah memerlukan dana pinjaman dari masyarakat, maka keluarlah obligasi ini. Saat ini obligasi sudah sampai seri ke-5. Sebentar lagi bakal keluar seri ke-6 yaitu ORI (Obligasi Ritel Indonesia) 006. Obligasi adalah bentuk investasi paling aman, karena resikonya tidak sebesar saat main saham. Masyarakat bisa memiliki obligasi ini lewat agen terdaftar atau perusahaan efek. Obligasi berjangka waktu 3 tahun. Nantinya uang kita akan "dipinjam" selama 3 tahun , dan setiap bulan kita mendapatkan bunga sebesar 1 persen. Misalnya kita membeli obligasi dengan harga Rp.1000 per lembarnya. Kita beli minimal 100 lembar jumlahnya 10 juta rupiah. Tiap bulan dapet 100 ribu rupiah. Kalikan saja 100 ribu dengan 36 bulan. Sama dengan Rp.3.600.000. Lumayan khan...ongkang2 kaki aja duitnya nambah....hahaha.
- Sukuk. Ini bentuk syariah dari obligasi. Dan sukuk ini baru pertama kali diberlakukan.
- derivatif turunan lain.
- efek lain seperti reksadana.
Ingaaat. Investasi hanya bisa dilakukan jika kita memiliki 4 poin diatas. Intinya adalah jika kita punya modal lebih aja. Klo saya sih...uda paham 3 poin tapi modal ga ada. hahahaha. Klo punya modal , saya memilih untuk punya obligasi saja. hahahaha. Gaya banget sih. Sungguh saya suka banget dengan workshop ini. Masih banyak yang pengen saya tahu...tapi waktu workshopnya sangat terbatas. hehehe.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar